Beranda / Kalkulator / Kalkulator Metrik Statistik Lanjutan Online
Alat online gratis

Kalkulator Metrik Statistik Lanjutan Online

Hitung rata-rata, simpangan baku populasi, kemiringan, kurtosis berlebih, dan entropi dari data numerik Anda secara online. Coba contoh 1,2,3,4. Pemrosesan d…

Mulai menggunakan

Fitur dan Analisis

Kalkulator ini menghitung statistik momen populasi dan entropi informasi dari data Anda. Berbeda dengan kalkulator sampel, kalkulator ini menggunakan pembagi n (bukan n-1) untuk varians dan simpangan baku.

Metrik yang Dihitung

  • Rata-rata: jumlah semua nilai dibagi n.
  • Simpangan baku populasi: akar kuadrat dari rata-rata kuadrat selisih dari rata-rata.
  • Kemiringan (skewness): momen ketiga terstandarisasi, mengukur asimetri distribusi.
  • Kurtosis berlebih: momen keempat terstandarisasi dikurangi 3, mengukur ketajaman puncak relatif terhadap distribusi normal.
  • Entropi empiris: dihitung dari frekuensi nilai unik, dalam satuan bit.

Contoh Kerja

Masukkan data: 1, 2, 3, 4. Hasilnya: rata-rata 2.5, simpangan baku sekitar 1.1180, kemiringan 0, kurtosis berlebih -1.36, dan entropi 2 bit (karena setiap nilai muncul sekali). Untuk data 1, 1, 2, 2, entropi menjadi 1 bit.

Keterbatasan

Kalkulator ini tidak menyediakan koreksi sampel, interval kepercayaan, uji hipotesis, imputasi nilai hilang, data berbobot, histogram, atau kesimpulan finansial, medis, atau hukum. Semua perhitungan berjalan di browser Anda; tidak ada data yang dikirim ke server.

Pertanyaan Umum (FAQ)

1. Mengapa kemiringan dan kurtosis saya tampil N/A?

Jika semua observasi identik, simpangan baku menjadi nol, sehingga kemiringan dan kurtosis tidak terdefinisi secara matematis. Entropi tetap 0 bit karena hanya ada satu nilai unik.

2. Bagaimana entropi dihitung?

Entropi empiris menggunakan frekuensi relatif setiap nilai unik yang tepat (berdasarkan kesetaraan angka JavaScript). Rumusnya: -Σ p_i log2(p_i), di mana p_i adalah proporsi nilai i. Tidak ada pengelompokan atau toleransi.

3. Apakah kalkulator mendukung data desimal dengan koma?

Ya, parser angka peka lokal akan mengenali format angka yang umum digunakan di Indonesia, seperti koma desimal (misalnya 1,5) jika didukung oleh pengaturan lokal browser. Namun, pastikan pemisah antar nilai tidak ambigu.

Praktik Terbaik

  • Periksa kembali data Anda sebelum menghitung; hasil hanya sebagus input.
  • Gunakan data populasi, bukan sampel, karena rumus menggunakan pembagi n.
  • Untuk data dengan banyak nilai, perhatikan batas 100.000 angka.

Pemrosesan dilakukan secara lokal di browser Anda.